Melayu sec

6854933580_2c8b688306_z

Aku betul-betul kecewa dan berjanji dalam hati tak akan mau main lagi dengannya. Aku berbaring saja di sofa, tanpa mempedulikan kepergiannya, bahkan aku berbaring dengan membelakanginya, wajahku kuarahkan ke sandaran sofa."Nit, Ayah tahu kamu tidak puas barusan. Kulihat penis ayahku jauh lebih besar, jauh lebih panjang dari penis si Anton. Tiba-tiba lidah hangat sudah menggesek ke dalam vaginaku.

Dia berlutut di hadapanku lalu kepalanya berada diantara kedua pangkal pahaku.

Melayu sec-6Melayu sec-3

Kucoba membuka reitsleting celananya tapi agak susah. Bagai tak ingin membuang waktu, secara bersamaan, aku pun membuka kemeja sekolahku sekaligus BH-ku tapi tanpa mengalihkan perhatianku pada Anton. Tidak begitu besar, tapi cukup keras dan berdiri dengan tegangnya. Kedua telurnya yang dibungkus kulit yang sangat lembut, sungguh menimbulkan sensasi tersendiri saat kuraba dengan lembut. Terasa sentuhan jarinya diantara kedua bibir kemaluanku.

Seiring dengan itu dicabutnya penisnya dari lubang vaginaku. Sesudah itu asal ada kesempatan, kami melakukannya lagi.

Hentakan ayah makin cepat saja, tiba-tiba kudengar desahan panjangnya.

Ternyata Anton naik ke atas tubuhku dengan posisi terbalik, 69. Selanjutnya yang kurasakan adalah jilatan-jilatan lidahnya yang panas di permukaan vaginaku.

Tak perlu diolesi ludah untuk memperlancar, vaginaku sudah banjir.

Dengan posisi, ayah berdiri dan aku duduk di sofa, kumasukkan batang ayahku ke mulutku. Aku ingin segera ayah memasuki lubangku, tapi aku malu memintanya.

You must have an account to comment. Please register or login here!